Audit Tugas: Mana yang Harus Di-automasi?
Pernah nggak kamu kesurupan motivasi, nonton YouTube soal Robot AI malam hari, terus besok paginya bawaannya mau nge-automasi seluruh hidupmu? Mulai dari jadwal sikat gigi sampai ke balas chat Mama semuanya dipasangin bot? Stop! Hal itu malah bikin *burnout* baru.
Hukum pertama dalam buku panduan Automasi 101 adalah: TIDAK SEMUA HAL HARUS DI-AUTOMASI. Mendelegasikan penulisan *Copywriting Marketing* murni 100% menggunakan AI tanpa manusia sebagai editor akan membuat brandmu terdengar kaku layaknya kanebo kering. Mendelegasikan *Chat Bot* untuk ngambek sama pelanggan komplain tanpa opsi lari ke agen aseli justru malah bikin usahamu diviral-kan di TikTok karena gak sopan!
Oleh karena itu, sebelum kamu memasang selang pipa dan mesin di kehidupan/bisnismu, kamu wajib tahu mana tugas kuli yang bisa dioper ke robot. Untuk itu, para praktisi dunia memperkenalkan saringan ampuh bernama matriks R.I.R.
Framework Saringan: R-I-R (Repetitive, Important, Rule-Based)
- Repetitive (Berulang-ulang):
Coba cek, apakah besok kamu bakal ngelakuin langkah yang mirip ini lagi? Kalau jawabannya iya, misalnya "Setiap jam 09:00 narik data harian kurs mata uang buat dijadiin PDF laporan", nah itu asupan lezat buat robot automasi. Kalau itu cuma kejadian 1 tahun sekali misal "Ganti template *banner* pemilu", gak usah diautomasi! Lebih cepet kerjain sendiri pake tangan aja. - Important (Mengandung Duit/Nilai Krusial):
Kalau hal kecil berulangnya ga memberi ngaruh gede buat bisnismu (contoh: ngasih *Like* otomatis ke postingan orang absurd di LinkedIn), ya buang-buang server aja itu. Automasi-kan aktivitas yang sifatnya ngebawa cuan; kek mindahin list prospek nomor HP langsung masuk kalender jualan bulanan si bos. - Rule-Based (Punya Pakem Aturan Kaku):
Mesin butuh perintah yang nggak abstrak. Kalau tugasnya adalah "kirim pantun manis kalau cewekku ngambek", itu mustahil karena emosi tuh ga ada rumus kakunya! Tapi kalau logikanya jelas seperti matematika: "JIKA ada email masuk di folder 'Komplain_Rusak', MAKA kiriman balasan form refund produk." itu jelas bisa diautomasi, karena sangat *"Rule-based"*.
Kasus Nyata Warteg Mas Bejo & Sang Robot Pembukuan
Biar ga pusing, coba baca *case study* ini pelan-pelan. Mas Bejo punya bisnis sambel bakar laris di daerah Depok raya. Dia punya banyak banget keluhan rutinitas:
- Hitung pemasukan akhir bulan sama pengeluaran gas elpiji.
- Kepikiran resep baru sambel terasi rasa duren.
- Balasin satu-satu chat DM Instagram "Min, ongkir ke Jaksel brp?"
Pakai saringan R.I.R, hal nomor (2) yakni "menciptakan kreasi sambel unik" itu bukan hal Repetitif rutin dan butuh letupan jenius indra pengecap seorang empu manusia, TIDAK BISA DIAUTOMASI (nanti rasanya ngawur kalau pakai hitungan botol matematis semu).
Namun hal (1) soal laporan cuan, dan hal (3) soal ngabsen harga ongkir ke netizen gaje di instagram adalah aktivitas kaku berulang mutlak (Rule-based). Nah itulah tugas yang langsung kita injek dengan alat tempur yang bakal kita kupas habis di bab-bab selanjutnya!
Jangan Tergesa-gesa!
PR pertama buat kamu hari ini adalah siapkan buku *notes*, duduk diam 5 menit, dan tulislah 3 hal bangsat yang paling membakar habis waktumu selama satu minggu di rutinitas profesimu saat ini. Kasih *checklist* R.I.R. Jika dia tembus 3 syarat itu, maka pasang senyum paling lebar, karena di sisa course ini, kita bakal memeras tenaga asisten mesin yang akan menyapu tuntas hal menyebalkan tersebut dari pundakmu!
Kuis Sub-bab
3 huruf - singkatan
› Dalam konteks memilih tugas automasi, filter apa yang memiliki kepanjangan Repetitive, Important, Rule-based?